9 Peranan Keris Bagi Masyarakat Jawa

Kali ini, untuk menambah perbendarahaan wawasan kita, kita akan membahas seputar 9 peranan keris, bagi masyarakat Jawa.

Keris sendiri, merupakan salah satu warisan peninggalan leluhur, yang memiliki nilai-nilai dan peranan tersendiri dalam masyarakat. Ada kalanya, keris hanya dilihat dan dipahami, pada nilai-nilai tertentu saja. Sehingga mengaburkan nilai-nilai yang lebih mendasar dari keris itu sendiri.

Keris, dari bentuk dasarnya, merupakan senjata penusuk jarak dekat. Namun dalam perkembangannya, keris mengalami pengembangan fungsi dalam konteks system budaya masyarakat yang baru. Peranan sosial inilah, yang kemudian lebih dominan dibandingkan fungsi teknisnya sebagai senjata tikam.

Termasuk dalam sembilan manfaat atau peranan keris, yang pertama adalah sebagai perlambang spiritual. Muatan spiritual sebuah keris, dapat dilihat dari bentuk dapur dan pamornya. Keris dianggap sebagai pertemuan antara sang guru bakal dan guru dadi. Mewakili hubungan selaras antara hamba dengan Tuhannya. Itulah mengapa sering kita melihat keris dalam berbagai upacara adat.

Yang kedua, keris memiliki manfaat psikologis. Berupa motivasi yang mempengaruhi perilaku. Sebagai contoh, seseorang bisa muncul keberaniannya karena memiliki Keris Pasopati.


Baca Juga :


Lalu yang ketiga, keris juga memiliki peranan politik. Contohnya, adalah yang pernah dilakukan Paku Buwono selepas Perjanjian Giyanti, menyerahkan Keris Kyai Kopek kepada Mangkubumi, untuk mengakui kedaulatan Kasultanan Yogyakarta.

Peranan keris yang keempat, adalah sebagai simbol status sosial. Orang-orang tertentu, memiliki keris yang tertentu juga, pada masanya. Sebagai contoh saja, keris berdapur pasopati lazim dimiliki oleh para prajurit, sedangkan keris berdapur sengkelat lazim dimiliki oleh para raja dan bangsawan.

Selanjutnya, atau yang kelima, keris juga berperan sebagai media komunikasi. Keris mampu membawa muatan pesan, yang isinya dapat ditangkap dalam system budaya masyarakat Jawa.

Yang keenam, keris juga memiliki peranan magis atau mistis, yang sampai sekarang masih diyakini sebagian masyarakat.

Ketujuh, keris berperan juga sebagai media ekspresi kesenian. Sebab keris diciptakan atas dasar kaedah-kaedah keindahan, dimana sang empu berekspresi melalui dapur dan pamornya. Sedangkan manfaat atau peranannya yang kedelapan, keris tentu saja diproduksi dan diperjualbelikan sebagai komoditas.

Adapun yang terakhir, atau yang kesembilan, keris berfungsi pula sebagai pelengkap busana. Dalam hal ini, yang dimaksud tentu adalah busana tradisional.

Kurang lebihnya, itulah kesembilan fungsi, atau manfaat, atau peranan keris bagi masyarakat Jawa. Bagi Anda yang kebetulan memiliki keris, kira-kira fungsi mana yang paling Anda butuhkan dari keris Anda tersebut? Boleh ceritakan di kolom komentar.


Ada Pertanyaan? Jangan Ragu Untuk Konsultasi : Klik Via Whatsapp